Friday, July 17, 2020

Grade 11 . HISTORY BAB 1 PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA

PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA

Tahukah kalian kalau Indonesia menjadi tempat yang paling di cari pada masa Perang Dunia ke-2.   Mengapa menjadi wilayah yang dicari?  Karena Indonesia terkenal dengan wilayah yang subur dan kaya.  DEngan keberadaan yang seperti itu tentu saja Indonesia menjadi wilayah yang diperebutkan oleh bangsa barat.  Tentu saja hal ini sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia sendiri,  ancaman diambil alih oleh bangsa lain terjadi pada saat Indonesia belum menjadi negara yang berdaulat.


         1.       Latar belakang kedatangan orang-orang Eropa di dunia Timur

Bangsa Barat mengenal dunia Timur oleh tulisan Marcopollo dalam buku ‘Book of Various Eksperiences’ yang di dalamnya menceritakan tentang keadaan yang terdapat di dunia timur. Faktor lain yang mengakibatkan bangsa Eropa untuk pergi ke daerah timur ialah tingginya harga rempah-rempah di Eropa setelah terjadinya Perang Salib (1543) yang terjadi antara Romawi Timur dengan Turki yang pada saat itu dimenangkan oleh Turki. Kemenangan Turki menyebabkan pelabuhan Konstantinopel yang semula dimiliki oleh Romawi Timur diambil alih oleh Turki. Sejak saat itulah Turki melarang pedagang non-muslim untuk berdagang di pelabuhan tersebut, sehingga rempah-rempah di Eropa menjadi langka dan menyebabkan harga rempah-rempah di Eropa mahal.

Mahalnya harga rempah-rempah di Eropa mengakibatkan bangsa Barat berusaha mencari pusat rempah-rempah sendiri. Bangsa Barat yang pertama mendapatkan pusat rempah-rempah adalah Spanyol dan Portugal. Menurut Perjanjian Tordeillas (1943), arah pelayaran kedua bangsa tersebut di bagi dua yaitu bangsa Spanyol ke arah  barat sedangkan bangsa Portugis berlayar ke arah Timur.

Bangsa Portugis dalam pelayarannya berhasil;

1)      Mencapai Tanjung Harapan (Afrika Selatan) pada tahun 1484 di bawah pimpinan Bartholomeuz Diaz

2)      Mencapai Calicut (India) pada tahun 1498 di bawah pimpinan Vasco da Gama

3)      Menemukan Selat Malaka  (1511)  dan dilanjutkan hingga mencapai Kepulauan Maluku (1512) di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque


 Bangsa Spanyol berlayar ke arah barat di bawah pimpinan Ferdinand de Magelhaens dan Yuan Sebastian de Alcano, dengan rute ke arah barat daya melintasi Samudra Atlantik dan sampai ke ujung Benua Amerika lalu menyebrang ke Samudra Pasifik menuju arah barat sampai di Filipina tahun 1521. Pelayaran yang dilakukan oleh bangsa Spanyol berpengaruh besar bagi dunia  dan melalui pelayarannya tersebut, mereka mampu memberikan gambaran bahwa bentuk bumi itu bulat dan bumi sangat luas, maka dari itu pelayaran bangsa Spanyol ini adalah bangsa yang pertama kali berhasil mengelilingi dunia. Di Filipina tentara Spanyol terlibat bentrokan dengan penduduk asli, hingga menewaskan Ferdinand de Magelhaens. Akhirnya di bawah pimpinan Yuan Sebastian de Alcano melanjutkan pelayaran ke arah Selatan dan akhirnya bertemu dengan bangsa Portugis. Di Maluku kedua bangsa tersebut terlibat perselisihan untuk mendapatkan rempah-rempah. Perselisihan tersebut diakhiri dengan Perjanjian Saragosa (1526) yang ditetapkan bahwa daerah Maluku menjadi bagian pengaruh kekuasaan Portugis sedangkan Filipina dibawah pengaruh kekuasaan Spanyol.

Bangsa Portugis dalam menguasai wilayah Indonesia melaksanakan sistem imperialisme kuno yang bertujuan untuk mendapatkan 3G ;

a)       Gold (kekayaan)

b)      Gospel (penyebaran agama)

c)       Glory (kejayaan bangsa)

 Kolonialisme adalah suatu sistem dimana suatu negara menjalankan politik pendudukan atau penjajahan terhadap wilayah negara lain

Imperialisme adalah usaha dan tindakan suatu bangsa untuk mengembangkan kekuasaaan dalam bentuk pendudukan langsung terhadap wilayah kekuasaan negara atau bangsa lain

                Latar belakang kedatangan orang-orang Eropa di Indonesia :

1.     Akibat perang salib, Konstantinopel dan daerah Timur Tengah lainnya yang merupakan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia tertutup karena dikuasai oleh  Turki di bawah pemerintahan Sultan Muhammad II. Oleh karena itu para pedagang Eropa mengalami kesulitan untuk mendapatkan rempah-rempah. Keadaaan tersebut mendorong orang-orang Eropa untuk mencari jalan lain ke Indonesia guna mencari rempah-rempah

2.     Penemuan teori Columbus yang menyatakan bahwa dunia berbentuk bulat

3.     Semangat 3 G yang menjadi semboyan Imperialisme Kuno yaitu Gold (mencari kekayaan sebanyak-banyaknya), Glory (mencari ketenaran dan kejayaan bangsa), dan Gospel (menyebarkan agama Nasrani/Kristen)

4.     Semangat Reconquesta yaitu semangat untuk merebut kembali kota-kota dan daerah-daerah yang telah dikuasai oleh negara-negara Islam pada saat terjadinya Perang Salib

2.    Masuknya kekuasaan asing ke wilayah Indonesia

a)         Imperialisme Portugis di Indonesia

Tahun 1511 Portugis dibawah pimpinan Alfonso de Albuquerque berhasil menguasai Selat Malaka yang pada saat itu merupakan bandar rempah-rempah. Ternyata usaha yang dilakukan Portugis selanjutnya dengan mengirimkan pasukan ke Maluku tahun 1512 dan berhasil menjalin hubungan dagang dengan kerajaan Ternate. Untuk memperkuat pertahanannya Portugis mendirikan benteng Sao Paolo yang dimanfaatkan untuk mengadakan monopoli perdagangan.

Ternyata monopoli perdagangan yang dilakukan Portugis mengalami hambatan ketika tahun 1521 bangsa Spanyol tiba d Ternate. Akhirnya persaingan antara pedagang Portugis dan Spanyol meningkat menjadi perselisihan yang akhirnya diselesaikan melalui Perjanjian Saragosa (1526) yang isinya ditetapkan bahwa daerah perdagangan Portugis ialah Kepulauan Maluku sedangkan daerah perdagangan Spanyol ialah Kepulauan Filipina.

Kekuasaan Portugis di Indonesia banyak mendapat perlawanan dari bangsa Indonesia. Beberapa penyebab timbulnya perlawanan bangsa Indonesia terhadap keberadaan bangsa Portugis di Indonesia, antara lain :

ü  Bangsa Portugis melaksanakan monopoli perdagangan

ü  Bangsa Portugis melakukan penyebaran agama

ü  Sikap bangsa Portugis yang tidak bersahabat

 

b)        Imperialisme Belanda di Indonesia

Keberhasilan yang dicapai bangsa Portugis dan Spanyol dalam pelayaran hingga menemukan dunia timur yang merupakan sumber rempah-rempah,mendorong bangsa Eropa lainnya untuk mengadakan pelayaran, diantaranya Belanda. Pelayaran Belanda untuk menemukan dunia timur dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pelayaran ini berhasil sampai ke kerajaan Banten tahun 1596, pada masa itu Kerajaan Banten dipimpin oleh Sultan Abdul Mufahir

Namun kedatangan Belanda ditolak oleh para pedagang Banten, yang akhirnya pulang dengan tangan hampa karena tidak dapat membeli rempah-rempah. Akan tetapi kegagalan ini justru dimanfaatkan oleh pedagang Belanda lainnya dan akhirnya sampai ke Kepulauan Maluku, disinilah mereka berhasil mengeruk kekayaan berupa rempah-rempah dalam jumlah yang banyak.

Hal inilah yang mendorong bangsa Belanda lainnya pergi ke Indonesia dalam upaya membeli rempah-rempah dengan harga yang sangat murah dan dijual di Eropa dengan harga yang sangat mahal. Semakin banyaknya bangsa Belanda yang tiba di Indonesia mengakibatkan terjadinya persaingan di antara para pedagang Belanda itu sendiri. Untuk menghindari persaingan antarpedagang Belanda dan pedagang asing lainnya, seperti Portugis, Spanyol, Inggris dan Perancis, maka pada tahun 1602 Belanda mendirikan suatu kongsi dagang bernama VOC (Vereenigde Ost Indische), dengan tujuan ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah.

 VOC sebagai kongsi dagang, kedudukannya di Indonesia sangat kuat karena parlemen Belanda memberikan Hak Octrooi, diantaranya;

1)      Hak untuk memonopoli perdagangan

2)      Hak untuk mencetak dan mengeluarkan uang sendiri

3)      Hak untuk membentuk angkatan perang sendiri

4)      Hak untuk melakukan perang

5)      Hak untuk membentuk pemerintahan sendiri

6)      Hak untuk mengadakan perjanjian raja-raja di Nusantara

7)      Hak untuk menarik pajak

8)      Hak untuk menjalankan kekuasaan kehakiman

 Setelah memiliki Hak Octrooi, VOC tumbuh menjadi kongsi dagang yang besar dan berhasil melaksanakan monopoli perdagangan hampir di seluruh wilayah Nusantara. Untuk menjalankan kekuasaannya, diangkatlah Pieter Both sebagai Gubernur Jenderal yang pertama

    Adapun usaha yang dilakukannya dengan cara;

ü Melaksanakan hak eksteerpasi, yaitu hak untuk menebang pohon rempah-rempah apabila dianggap over produksi.

ü Pelayaran Hongi (hongi tochten), yaitu suatu pelayaran yan bertujuan untuk mengawasi jalannya monopili perdagangan rempah-rempah di Nusantara.

 Pada akhir abad ke-18, keberadaan VOC di Indonesia ternyata mengalami kemunduran. Penyebab kemunduran VOC diantaranya :

ü  Para pegawai VOC banyak yang melakukan korupsi

ü  Semakin ketatnya persaingan dengan kongsi pedagang dari Negara Eropa yang lainnya.

ü  Wilayah jajahan terlalu luas, sehingga memerlukan biaya opersiaonal yang sangat besar

ü  Besarnya biaya perang untuk menumpas perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia di berbagai daerah

 Dengan kondisi tersebut, akhirnya VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799, segala utang dan seluruh kekayaan yang dimiliki VOC diambil alih oleh kerjaan Belanda.

 

c)         Pemerintahan Hindia – Belanda

Akhirnya wilayah Indonesia berada dibawah kekuasaan kerajaan Belanda. Seiring dengan itu di Eropa bergejolak perang yang akhirnya kerajaan Belanda berhasil diduduki oleh Perancis yaitu dibawah pimpinan Napoleon Bonaparte.

Perancis melihat perkembangan yang terjadi di Asia Tenggara bahwa musuh utamanya yaitu Inggris, maka akhirnya mengangkat Herman William Daendels sebagai gubernur jenderal di Indonesia yang mempunyai tugas utama mempetahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris

 

Usaha yang dilakukan Daendels dalam mempertahankan Pulau Jawa diantaranya :

1.    Membangun jalan pos dari Anyer sampai Panarukan

2.    Melaksanakan sistem rodi, yaitu kerja paksa untuk kepentingan pertahanan

3.    Melaksanakan system perdagangan budak

4.    Menjalankan pemerintahan secara diktator agar tidak terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia

5.    Mencampuri urusan intern kerajaan-kerajaan di Nusantara

6.    Membangun armada laut untuk pertahanan di laut

 Tindakan Daendels ini menimbulkan kebencian yang mendalam dari bangsa Indonesia, sehingga Daendels ditarik kembali ke Belanda dan digantikan oleh Jansens. Dalam pemerintahannya akhirnya Belanda harus menyerahkan kepemimpnannya kepada Inggris yang saat itu dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Rafles. Kebijakan yang dilakukan oleh Rafles ini diantaranya :

1.    Menghapus system kerja paksa

2.    Pelayaran hongi dihapuskan

3.    Perbudakan dilarang

4.    Segala macam jenis penyerahan dihapuskan

5.    Melaksanakan system Landrente (sewa tanah), dll

Di Indonesia, Rafles berusaha memajukan ilmu pengetahuan dengan cara :

1.    Melakukan penelitian mengenai tumbuh-tumbuhan, hingga menemukan bunga bangkai yang dinamakan Raflesia Arnoldy

2.    Menulis buku mengenai sejarah Pulau Jawa yang berjudul History of Java

3.    Mendirikan Kebun Raya Bogor

Akhirnya pada tahun 1816, inggris harus menyerahkan kekuasaannya kembali kepada Belanda. Reaksi bangsa Indonesia ketika Belanda kembali mengadakan perlawanan, diantaranya terjadi Perang Paderi, Perang Patimura, Perang Diponegoro, dan Perang Aceh. Dampak dari banyaknya perang yang dilakukan oleh bangsa Indonesia ialah kas Belanda menjadi kosong. Usaha yang ditempuh oleh Belanda untuk mengisi kas Negara yang kosong adalah dengan mendatangkan Van den Bosch, seorang ahli ekonomi bangsa Belanda ke Pulau Jawa. Van den Bosch ini mengusulkan kebijakan Cultuur  stelsel atau Tanam Paksa untuk mengisi kas Negara yang kosong.

Ketentuan Cultuur Stelsel adalah sebagai berikut :

1.       Seperlima tanah milik rakyat yang subur diwajibkan untuk dijadikan areal tanan paksa

2.       Tenaga yang digunakan untuk bekerja dalam tanam paksa, tidak boleh melebihi tenaga yang digunakan untuk menanam tanaman padi

3.       Tanah yang dijadikan areal tanam paksa dibebaskan dari membayar pajak

4.       Kegagalan panen akan ditanggung oleh pemerintah

5.       Hasil dari tanaman akan diserahkan kepada pemerintah

6.       Apabila harga dari hasil panen ditaksir melebihi pajak, maka kelebihannya akan dikembalikan kepada rakyat

Akan tetapi dalam pelaksanaannya, ketentuan tersebut tidak dilaksanakan sepenuhnya. Banyak terjadi penyelewengan ketentuan, diantaranya :

1.       Tanah yang dimiliki oleh penduduk untuk dijadikan tanam paksa bukan seperlima, melainkan seluruhnya

2.       Tanah yang digunakan tetap dikenakan pajak

3.       Apabila panen gagal, maka yang menanggung bukan pemerintah melainkan rakyat

4.       Apabila harga dari hasil panen melebihi harga pajak, maka kelebihannya tidak diberikan kepada rakyat

Pengaruh Tanam Paksa, antara lain :

a)       Bagi Belanda

Kas Belanda menjadi surplus, karena mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Bahkan bangsa Belanda menjadi salah satu negara yang kaya di Eropa

b)      Bagi rakyat Indonesia

ü Rakyat Indonesia mengenal jenis tanaman baru yang dapat dijadikan komoditi ekspor

ü Penderitaan rakyat Indonesia semakin meningkat yang mengakibatkan kelaparan

 

Akibat dari pelaksanaan tanam paksa ini, menimbulkan simpati dari berbagai golongan, diantaranya :

1.       Golongan Humanis Belanda

a)    Edward Douwes Dekker, dengan nama samarannya Multatuli, ia menceritakan tentang dampak pelaksanaan tanam paksa dalam sebuah buku yang berjudul Max Havelaar.

b)    Baron van Hoevel, seorang pendeta dari Belanda yang menaruh perhatian terhadap nasib rakyat Indonesia melalui khutbahnya di gereja-gereja

c)    Van de Venter, mengkritik pelaksanaan tanam paksa dan mengharuskan pemerintah Belanda untuk membahas kebaikan bangsa Indonesia melalui Politik Etis (politik balas budi) yang isinya mengenai irigasi, edukasi, dan transmigrasi

2.       Golongan pemilik modal

Golongan kapitalis atau pemilik modal di Negara Belanda, mendesak agar pemerintah Belanda menghapus pelaksanaan tanam paksa danmemperbolehkan para pemilik modal untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Usaha yang dilakukan oleh golongan kapitalis ini berhasil. Setelah tanam paksa dihentikan, mereka diperbolehkan menanamkan modalnya di Indonesia yang ditandai dengan munculnya pelaksanaan Politik Pintu Terbuka.

3.       Golongan liberal di Negeri Belanda

Golongan liberal bertindak sebagai pihak oposisi dalam pemerintahan Belanda. Golongan liberal ini mendesak agar Tanam Paksa dihapuskan karena dianggap telah mendatangkan penderitaan bagi bangsa Indonesia hal ini tidak sesuai dengan pelaksanaan paham liberal. Tanam paksa akhirnya dapat dihapuskan sebagai gantinya Politik Pintu Terbuka. Bagi rakyat Indonesia pelaksanaan Politik Pintu Terbuka masih tidak dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Nasib rakyat Indonesia masih tetap menderita, karena masih banyak yang dipekerjakan sebagai buruh kasar di perkebunan Belanda dengan upah yang sangat rendah dan kerja yang sangat berat.

 

Uji Ketrampilan :

Dari materi diatas, buatlah analisis singkat tentang apa yang dimaksud dengan kolonialisme dan imperialisme? Mengapa praktek penjajahan bangsa Eropa dapat bertahan sekian lamanya? Pelajaran sejarah apa yang dapat kita petik dari praktek penjajahan ini?

Tulis analisis kalian di MS WORDS kirim ke email Ms Endah : endah.winarsih@mscs.sch.id                                          dengan subject : kolonialisme_kelas_nama

No comments:

Post a Comment

MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA

 MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA CATATAN Bhinneka Tunggal Ika adalah konsep filosofis dan ideologi negara Indonesia yang berarti "Berbeda-...