Peristiwa
sejarah Indonesia pada masa kolonialisme Jepang
1. Tentara Jepang datang ke
Indonesia
Pada 1 Maret 1942 tentara Jepang mendarat di Pulau Jawan.
Tujuh hari kemudian pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat
atas Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati tanggal 8 Maret 1942.
Mulai saat itu Indonesia diduduki oleh Jepang.
2. Proklamasi Kemerdekan
Indonesia
Tiga tahun kemudia, Jepang takluk kepada sekutu setelah peristiwa bom
atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki.
Dalam kekosongan kekuasaan, Soekarno kemudian memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
3. Kedatangan Tentara Inggris
dan Belanda
Setelah kekalahan Jepang, rakyat dan pejuang melucuti senjata para
tentara negeri matahri terbit itu.
Rupanya hal itu menimbulkan gesekan dan pertempuran.
Disisi lain tentara Inggris mendarat di Jakarta dan ingin mengembalikan
Indonesia kepada administrasi pemerintah Belanda sebagai jajahan Hindia
Belanda.
Rakyat Indonesia pun melawan dan terjadilah pertempuran makin hebat.
4. Insiden Hotel Yamato,
Tunjungan, Surabaya
Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tertanggal 31 Agustus
1925 maka mulai tanggal 1 September 1945 bendera Merah Putih harus berkibar
terus di wilayah Indonesia.
Sedangkan di Surabaya terjadi insiden perobekan bendera sisi biru
Belanda menjadi merah putih di Yamato Heteru atau Hotel Orange (sekarang Hotel
Majapahit).
5. Kematian Brigadir Jenderal
Mallaby
Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak saat
terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby,.
Pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur itu tewas pada 30 Oktober
1945 sekitar pukul 20.30 WIB.
Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan
sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah.
Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir
dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda
Indonesia.
6. 10 November 1945
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan.
Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi
Indonesia.
Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam
menggerakkan rakyat Surabaya.
Beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy'ari,
KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya.
Mereka mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai
milisi perlawanan.
Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak
terkoordinasi, makin hari makin teratur.
Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.
(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)
Sumber :
https://style.tribunnews.com/2017/11/09/hari-pahlawan-ini-kronologi-peristiwa-10-november-surabaya-yang-kini-diperingati-tiap-tahun?page=all.
Penulis: Verlandy Donny Fermansah
Editor: Melia Istighfaroh
Instruksi :
· -Kerjakan secara mandiri
· -Baca artikel dengan baik
· - Jawablah pertanyaan berikut dengan benar untuk
mengetahui pemahaman anda tentang konsep berpikir sinkronik dan diakronik
Pertanyaan:
1. 1. Topik sejarah diatas mendkripsikan tentang apa?
2. 2. Dari
bacaan diatas, hal-hal apa saja yang dapat disebut dengan fakta sejarah?
3. 3. Jelaskan
bagaimana keadaan negara Indonesia Jika dilihat dari konsep perubahah dan
perbedaan dari sejarah !
4. 4. Cari kronologi singkat dari berbagai media
tentang peristiwa perang Diponegoro