PENGERTIAN,
LINGKUP DAN PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU
SEJARAH
A. Pengertian Sejarah
Dalam bahasa Inggris, kata Sejarah berasal dari kata Historia yang
berarti masa lampau; masa lampau umat Manusia.
Dalam bahasa Arab sejarah disebut dengan sajaratun (syajaroh) yang
berarti pohon dan keturunan, maksudnya disaat kita membaca silsilah raja-raja
akan tampak pohon dari yang terkecil sampai berkembang menjadi besar, maka hal
tersebut sejarah diartikan sebagai silsilah keturunan raja-raja yang berarti
peristiwa pemerintahan keluarga raja di masa lampau.
Dalam bahasa Yunani, kata sejarah disebut dengan istoria yang berarti
belajar. Sehingga arti sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala
peristiwa, kejadian yang terjadi di masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarha disebut dengan geschichte yang
berarti sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang telah terjadi di masa lampau
kehidupan umat Manusia.
Pengertian Sejarah Menurut Bahasa
Pengertian sejarah menurut bahasa terbagi dua yaitu pengertian sejarah
dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, pengertian sejarah
adalah kejadian atau peristiwa. Sedangkan pengertian sejarah dalam arti luas
adalah suatu peristiwa manusia yang memiliki akar dalam realisasi diri dengan
kebebasan dan keputusan daya rohani. Dalam bahasa Indonesia, sejarah memiliki 3
arti yaitu sejarah adalah silsilah atau asal usul, sejarah adalah kejadian atau
peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau dan sejarah adalah ilmu
pengetahuan dan cerita.
Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli
R.Mohammad Ali: Pengertian sejarah menurut R.Mohammad Ali adalah
keseluruhan perubahan dan kejadian-kejadian yang benar-benar telah terjadia
atau ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi di masa
lampau.
Ibnu Khaldun: Menurut Ibnu Khaldun yang mendefinisikan sejarah sebagai
catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang
perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
Moh. Yamin, SH: Sejarah menurut Moh. Yamin, SH adalah suatu ilmu pengetahuan
yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan
dengan bahan kenyataan
Roeslan Abdulgani: Pengertian sejarah menurut Roeslan Abdulgani adalah
ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat
serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan masuks
untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan
perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta
arah progres di masa depan.
W.H.Walsh: Pengertian sejarah menurut W.H.Walsh adalah pencatatan yang
berarti dan penting bagi manusia. Catatan tersebut meliputi tindakan-tindakan
dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting
sehingga merupakan cerita yang berarti.
Patrick Gardiner: Pengertian sejarah menurut Patrick Gardiner adalah
ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
J.V.Bryce: Menurut J.V. Bryce bahwa pengertian sejarah adalah catatan
dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
Thomas Carlyle: Pengertian sejarah menurut Thomas Carlyle adalah
peristia masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang yang dikenal.
Mereka, adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-rang besar yang
pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.
Aspek-Aspek Sejarah
Ada tiga aspek dalam sejarah yakni masa lampau, masa kini, dan masa
yang akan datang antara lain sebagai berikut...
Masa lampau, menjadi awal balik dalam masa yang akan datang sehingga
dalam sejarah terdapat pelajaran mengenai nilai dan moral.
Masa kini, adalah sejarah yang menjadi sumber pemahaman bagi
generasi-generasi penurus dari masyarakat terdahulu sebagai cermin untuk menuju
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Masa lampau, adalah suatu gambaran tentang kehidupan manusia dan
kebudayaannya di masa lampau sehingga dapat merumuskan hubungan sebab akibat
mengapa suatu peristiwa dapat terjadi dalam kehidupan tersebut, walaupun belum
tentu setiap peristiwa atau kejadian tercatat dalam sejarah.
Jenis-Jenis Sumber Sejarah - Sumber sejarah dikelompok menjadi beberapa
macam antara lain sebagai berikut...
1. Sumber Lisan, adalah sumber
sejarah yang didapatkan langsung dari keterangan para pelaku sejarah atau saksi
mata peristiwa di masa lampau. Seperti seorang anggota Legiun Veteran Republik
Indonesia (LVRI) yang pernah ikut serangna umum menceritakan peristiwa yang
dialami kepada orang lain, apa yang sudah dialami dilihat serta yang
dilakukannya merupakan penuturan lisan (sumber lisan) yang dipakai untuk bahan
penelitisan sejarah.
2. Sumber Tertulis, adalah
sumber sejarah yang didapatkan dari peninggalan-peninggalan tertulis, catatan
peristiwa terjadi di masa lamapu, seperti naskah, surat kabar, dokumen, tambo
(catatan tahunan dari cina), babad, dan rekaman
3. Sumber Benda (Artefak),
adalah sumber sejarah yang didapatkan dengan peninggalan-peninggalan yang
berupa benda-benda kebudayaan. Seperti kapak, perhiasan, candi, gerabah,
manik-manik dan patung. Namun sumber sejarah tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Oleh karena itu sumber-sumber sejarah memerlukan penelitian, pengkajian,
analisis, da penafsiran yang cermat oleh para ahli.
Berdasarkan dari urutannya yang menyampaikan sumber sejarah antara lain
sebagai berikut...
Sumber Primer, adalah peninggalan asli sejarah. Misalnya piagam,
prasasti, candi, kronik, yang berasal di zamannya.
Sumber Sekunder adalah benda-benda tiruan dari benda aslinya atau
sumber pustaka hasil para para ahli sejarah, laporan penelitian, dan terjemahan
kitab-kitab kuno
Sumber Tersier, adalah buku-buku sejarah yang disusun atas
laporan-laporan penelitian ahli tanpa dengan melakukan penelitian langsung
B. Ruang Lingkup Sejarah
Ruang lingkup sejarah merupakan pemahaman yang menjadi sejarah sebagai
ilmu pengetahuan. Ruang lingkup sejarah meliputi konsep sejarah, unsur sejarah,
dan hubungan sejarah dengan ilmu. Berikut penjelasan ruang lingkup sejarah...
a. Konsep Sejarah - Konsep adalah suatu wujud kemampuan akal dalam
membentuk gambaran baru yang sifatnya abstrak (tidak nyata) menurut data atau
suatu kajian.
Sejarah sebagai peristiwa, adalah kejadian, kenyataan (realita),
aktualitas sejarah yang telah terjadi atau berlangsung di masa lalu. Sejarah
mengandung kejadian yang terladi atau berlangsung di masa lalu.
Sejarah sebagai kisah, adalah suatu rangkaian cerita yang berupa narasi
yang disusun menurut ingatan, tafsiran, manusia atau kesan.
Sejarah sebagai ilmu, mempelajari kenyataan dengan mengadakan
penelitian dan pengkajian mengenai peristiwa cerita sejarah. Sejarah sebagai
ilmu pengetahuan terdapat beberapa syarat ilmiah misalnya empiris, objektif,
teori, dan kesimpulan umum (menggeneralisasikan).
Sejarah sebagai seni, dikatakan sebagai seni karena sejarah memerlukan
inutisi, imajinasi, emosi dan gaya bahasa dalam penulisan sejarah.
b. Unsur Sejarah - Sejarah terdiri dari 3 unsur antara lain sebagai
berikut.
Ruang, adalah tempat terjadinya suatu peristiwa yang menjadi bukti
peristiwa sejarah menjadi real.
Waktu, adalah unsur sejarah yang memegang peranan penting sebagai sifat
krologis dalam kajiansejarah sehingga dikenal dengan konsep periodisasi.
Manusia, adalah unsur sejarah yang menjadi sentral atau pemegang peran
karena peristiwa sejarha dapat berlansung secara kompleks tergantung dari akal
manusia dengan lingkungan yang ada.
C. Berpikir Sejarah Secara
Diakronis
Menurut Galtung, diakronis berasal dari bahasa Yunani, dia artinya
melintasi atau melewati dan khronos yang berarti perjalanan waktu. Dengan
demikian, diakronis dapat diartikan sebagai suatu peristiwa yang berhubungan
dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya dan tidak berdiri sendiri atau timbul
secara tiba-tiba. Sebab sejarah meneliti gejala-gejala yang memanjang dalam
waktu, tetapi dalam ruang yang terbatas.
Konsep diakronis melihat bahwa peristiwa dalam sejarah mengalami
perkembangan dan bergerak sepanjang masa. Melalui proses inilah, manusia dapat
melakukan perbandingan dan melihat perkembangan sejarah kehidupan masyarakatnya
dari jaman ke jaman berikutnya.
Suatu peristiwa sejarah tidak bisa lepas dari peristiwa sebelumnya dan
akan mempengaruhi peristiwa yang akan datang. Sehingga, berfikir secara
diakronis haruslah dapat memberikan penjelasan secara kronologis dan kausalita.
Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu
terjadinya. Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi
kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat
juga membantu untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama di
tempat berbeda yang terkait peristiwanya.
a) Contoh berpikir sejarah
secara diakronis
Menjelaskan peristiwa detik-detik proklamasi harus menjelaskan pula
peristiwa-peristiwa yang melatarbelakanginya, seperti: peristiwa menyerahnya
Jepang kepada sekutu, reaksi pemuda Indonesia terhadap berita kekalahan Jepang,
peristiwa Rengasdengklok, penyususnan teks proklamasi, dan lain sebagainya.
b) Ciri-ciri berpikir
sejarah secara diakronis
1. Mengkaji dengan
berlalunya masa
2. Menitik beratkan
pengkajian peristiwa pada sejarahnya
3. Bersifat historis atau
komparatif
4. Bersifat vertikal
5. Terdapat konsep
perbandingan
6. Cakupan kajian lebih luas
D. Berpikir Sejarah Secara
Sinkronik
Kata sinkronis berasal dari bahasa Yunani syn yang berarti dengan, dan
khronos yang berarti waktu, masa. Sinkronis artinya segala sesuatu yang
bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi di suatu masa / ruang tetapi
terbatas dalam waktu. Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas
dalam waktu yang mengandung kesistematisan tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Sinkronik artinya segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa
yang terjadi di suatu masa yang terbatas. Menurut Galtung, pengertian sejarah secara
sinkronik artinya mempelajari pristiwa sejarah dengan berbagai aspeknya pada
waktu atau kurun waktu yang tertentu atau terbatas. Atau meneliti gejala-gejala
yang meluas dalam ruang tetapi dalam waktu yang terbatas
Berpikir sejarah secara sinkronis adalah mempelajari peristiwa yang
sezaman, atau bersifat horisontal, artinya mempelajari pristiwa sejarah dengan
berbagai aspeknya pada waktu atau kurun waktu yang tertentu atau terbatas.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian berpikir
sinkronik dalam sejarah adalah
mempelajari (mengkaji) struktur (karakter) suatu peristiwa sejarah dalam
kurun waktu tertentu atau dibatasi oleh waktu.
a) Contoh berpikir
sejarah secara sinkronis
Menggambarkan keadaan ekonomi di
Indonesia pada suatu waktu tertentu, seperti: Keadaan ekonomi masyarakat
Indonesia tahun 1945-1950
b) Ciri-ciri berpikir
sejarah secara sinkronis
1. Mengkaji pada masa tertentu
2. Menitik beratkan
pengkajian pada strukturnya(karakternya)
3. Bersifat horizontal
4. Tidak ada konsep
perbandingan
5. Cakupan kajian lebih
sempit
6. Memiliki sistematis yang
tinggi
7. Bersifat lebih serius dan
sulit
E. Keterkaitan Berpikir
Sejarah Secara Diakronik dan Sinkronik
Sejarah adalah proses, dalam kata lain sejarah adalah perkembangan.
Ilmu sejarah sendiri memiliki sifat yang diakronis yaitu memanjang dalam waktu
dan dalam ruang yang terbatas. Sejarah mengenal adanya suatu proses kontinuitas
atau berkelanjutan. Sehingga sejarah itu sendiri merupakan suatu rekonstruksi
peristiwa masa lalu yang bersifat kronologis. Sedangkan ilmu sosial itu
bersifat sinkronis (menekankan struktur) artinya ilmu sosial meluas dalam ruang. Pendekatan
sinkronis menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada
waktunya. Ini tidak berusaha untuk membuat kesimpulan tentang perkembangan
peristiwa yang berkontribusi pada kondisi saat ini, tetapi hanya menganalisis
suatu kondisi seperti itu. Ada juga yang menyebutkan ilmu sinkronis, yaitu ilmu
yang meneliti gejala - gejala yang meluas dalam ruang tetapi dalam waktu yang
terbatas.
Kedua ilmu ini saling berhubungan ( ilmu sejarah dan ilmu – ilmu sosial
). Kita ingin mencatat bahwa ada persilangan antara sejarah yang diakronis dan
ilmu sosial lain yang sinkronis Artinya ada kalanya sejarah menggunakan ilmu
sosial, dan sebaliknya, ilmu sosial menggunakan sejarah Ilmu diakronis
bercampur dengan sinkronis.
Menurut Kuntowijoyo, dalam mempelajari sejarah tidak lepas dari cara
berfikir diakronis dan berfikir sinkronis, karena keduanya saling melengkapi.
Contoh: Candi Borobudur merupakan peninggalan sejarah kehidupan bangsa
Indonesia pada masa Hindu-Budha. Sehingga dalam menceritakan tentang Candi
Borobudur tidak hanya menceritakan bagaimana urutan waktu (aspek Diakronis)
Candi borobudur dibangun tapi juga bisa kita lihat bagaimana kehidupan politik,
ekonomi, sosial dan budaya (Aspek
Sinkronis) pada masa pembangunan Candi tersebut. Secara Diakronis Candi
Borobudur dibangun antara kurun waktu 760 sampai 830 M dan dibangun dalam 4
tahap dengan arsiteknya Gunadarma dan rampung pada masa pemerintahan Raja
Samaratungga. Kita dapat berfikir secara sinkronik dari Bangunan monumental
Semegah candi Borobudur mungkinkah dibangun oleh masyarakat yang kacau, tentu
saja tidak bangunan yang megah tersebut tentu dibangun masyarakat yang makmur
(aspek ekonomi), hidup bergotong royong dan toleransi (Aspek sosial budaya),
memiliki raja yang berwibawa (aspek politik) dan religius (aspek Agama).
F. Keterkaitan Konsep Ruang
dan Waktu dalam Sejarah
a) Konsep Ruang
1. Ruang adalah konsep yang
paling melekat dengan waktu
2. Ruang merupakan tempat
terjadinya berbagai peristiwa - peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu
3. Penelaahan suatu
peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu
terjadinya peristiwa tersebut
4. Jika waktu menitik
beratkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang
menitikberatkan pada aspek tempat, dimana peristiwa itu terjadi.
b) Konsep Waktu
1. Masa lampau itu sendiri
merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan
suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup
2. Masa lampau itu bersifat
terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau manusia
bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab sejarah itu
berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran bagi
kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih
baik di masa mendatang
3. Sejarah dapat digunakan
sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan masa
yang akan dating.
G. Strategi Pengembangan
Berpikir Sejarah Kepada Siswa
Strategi dalam mengembangkan berfikiris sejarah secara diakronis dan
sinkronis kepada siswa yaitu melalui kemahiran pemikiran sejarah. Pemikiran
Sejarah merupakan salah satu kemahiran yang penting dalam pendidikan Sejarah.
Melalui kemahiran pemikiran Sejarah, pelajar-pelajar dirangsang untuk lebih
berfikir secara diakronis dan sinkronis. Hal ini secara tidak langsung dapat
meningkatkan pencapaian intelek para pelajar dan menjadikan Sejarah sebagai
satu mata pelajaran yang hidup dan tidak lagi membosankan.
Pendidikan Sejarah adalah satu mata pelajaran yang dapat merangsang
pemikiran dan proses pemikiran secara diakronis dan sinkronis semasa
mempelajari mata pelajaran Sejarah. Oleh karena itu, guru-guru Sejarah memain
peranan yang penting untuk menerapkan pemikiran Sejarah melalui
aktiviti-aktiviti pengajaran dan pembelajaran yang menggalakkan pelajar
berfikir.
Oleh sebab itu pendidikan Sejarah hendaklah dilakukan sebagai satu
kuasa yang hidup yang boleh mengaitkan peristiwa masa lalu dengan hakikat
semasa (Abd Rahim, 2000). Para pelajar perlu diterapkan dengan dengan konsep
pemikiran Sejarah agar dapat memberi satu persepsi baru kepada pelajar bahawa
Sejarah bukanlah satu subjek yang kaku dan membosankan. Malah ia dapat
mendedahkan kepada para pelajar bagaimana seseorang ahli Sejarah itu bekerja
melalui aktiviti-aktiviti pembelajaran yang dibimbing oleh guru mereka.
Marzano et all. (1998) menjelaskan bahwa berfikir sejarah melibatkan
satu set operasi mental yang dikenali sebagai proses. Proses ini merangkumi pembentukan
konsep, pembentukan prinsip, kefahaman, penyelesaian masalah, membuat
keputusan, penyiasatan dan penggabungan yang melibatkan beberapa kemahiran
berfikir. Proses pemikiran di peringkat awal adalah lebih kepada pemerolehan
pengetahuan, sementara di peringkat akhir ia lebih kepada penghasilan dan
aplikasi ilmu.
H. Penerapan Berpikir Sejarah
dalam Pembelajaran Sejarah
Penerapan berfikir sejarah secara diakronik dan sinkronik dalam
pembelajaran sejarah, yaitu:
1. Kepentingan (Significance)
Dalam unsur kepentingan sejarah ini, siswa perlu mempunyai kemahiran
membedakan antara peristiwa yang remeh dan penting. Dalam hal ini pemilihan
kepentingan sejarah bergantung kepada minat dan nilai yang terdapat dalam
masyarakat tersebut. Oleh itu siswa disarankan untuk mengkaji sejarah tentang
masyarakat, kehidupan dan perkara-perkara yang mempunyai kepentingan kepada
mereka.
2. Epistemologi dan bukti
(Epistemology and evidence)
Epistemologi dan bukti melibatkan pemahaman bagaimana kita mengetahui
masa lampau. Apakah bukti yang kita ada ? Sejauhmana bukti tersebut boleh
dipercayai? Bagaimana kita boleh menjelaskan tentang kewujudan tafsiran sejarah
yang berbeza dan bertentangan. Sebagai contoh kanak-kanak tidak sepatutnya
dibiarkan dengan pandangan bahawa hanya ada satu kisah benar sahaja pada masa
lampau. Sedangkan pada hakikatnya sejarawan membuat pelbagai inferens
berdasarkan bukti, justeru itu wujud pelbagai tafsiran tentang sesuatu
peristiwa masa lalu.
3. Kesinambungan dan perubahan
(Continuity and Change)
Unsur ini menekan pemahaman tentang perubahan masa lalu yang merupakan
pusat pemikiran Sejarah. Umur merupakan faktor untuk memahami keadaan ini;
iaitu seseorang yang berumur dikatakan lebih memahami perubahan yang berlaku
pada masa lalu misalnya perubahan dari segi teknologi dan nilai berbanding
dengan mereka yang lebih muda. Namun begitu terdapat juga pengkaji yang menolak
pendapat ini. Menurut mereka umur bukanlah satu faktor utama dalam memahami
perubahan masa lalu. Menurut pengkaji-pengkaji ini pengalaman hidup turut
menjadi faktor iaitu golongan muda yang mengalami pengalaman perang, pelarian,
imigran dan mereka yang kehilangan ibu bapa atau yang berpindah randah dari
satu kawasan ke kawasan lain mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang
perubahan Sejarah berbanding dengan mereka yang hidup dalam suasana yang aman.
4. Perkembangan dan
kemerosotan (Progress and decline)
Berdasarkan unsur ini siswa perlu memahami bahawa dalam kehidupan akan
mengalami peringkat perkembangan dan kemerosotan. Dalam peringkat perkembangan
hidup seseorang mengalami kejayaan, manakala kemerosotan mereka mengalami satu
keadaan yang sukar. Oleh itu dalam konsep pemikiran Sejarah mereka seharusnya
dapat mengenalpasti atau membezakan kewujudan dua keadaan ini. Ini adalah penting
agar mereka dapat memahami proses yang berlaku dalam peristiwa Sejarah.
5. Empati dan penilaian
moral (empathy and moral judgement)
Pemikiran sejarah memerlukan seseorang mempunyai daya imaginasi dan
empati. Tujuannya agar pelajar-pelajar tidak merasa asing dan pelik tentang
peristiwa masa lalu. Malah mereka seharusnya perlu mempunyai rasa hormat dan
perasaan ingin tahu tentang peristiwa-peristiwa masa lepas. Penyelidik British
Christopher Portal(1987), menegaskan bahawa empati merupakan satu cara
pemikiran imaginative yang memerlukan kemahiran kognitif untuk melihat
nilai-nilai kemanusiaan dalam peristiwa Sejarah.
6. Historical Agency
Elemen terakhir pemikiran sejarah ini merujuk kepada bagaimana dan
mengapa sesuatu perkara itu terjadi. Dalam elemen ini pelajar ditekankan supaya
menghargai Sejarah dan memahami bahawa tindakan rakyat pada masa lampau memberi
kesan kepada rakyat pada masa kini. Seterusnya menyedari bahawa
tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mereka pada masa kini akan memberi kesan
kepada generasi yang akan datang. Mempunyai pemikiran Sejarah bukan sahaja
memikirkan tentang masa lampau , malah ia melibatkan melihat diri sendiri
sebagai waris daripada masa lampau dan sebagai pelaku pada masa kini.
Marco XII-IPS
ReplyDeleteBelajar sejarah itu penting karena kita dapat belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Natasha-12 IPS
ReplyDeleteSejarah itu penting karena bisa dijadikan pelajaran moral bagi kita
Abraham XII-IPS
ReplyDeleteManfaat dari belajar sejarah adalah untuk mengetahui asal usul sebuah teori atau keberadaan suatu benda.
Christopher-12 IPS
ReplyDeleteSejarah penting karena Sejarah mengajarkan kita tentang hal buruk di masa lalu supaya kita tidak mengulangi kejadian tersebut
Jolin Tamara - 12 IPA
ReplyDeleteManfaat dari sejarah adalah untuk belajar dari masa lalu agar kesalahan dahulu tidak terulang lagi di masa sekarang.
Kenneth Orleans-12 IPA
ReplyDeleteSejarah tercatat supaya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan apa yang dulu telah dipersiapkan dan tidak mengulang lagi kesalahan yang telah dibuat utk mendapatkan kehidupan yg lbh makmur.
Eleazar 12-IPA
ReplyDeleteSejarah adalah pelajaran untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan menjadi panduan untuk tidak mengalami kesalahan yang sama lagi
Melalui Sejarah kita bisa belajar banyak hal untuk menjadi lebih baik dan menghargai proses yang terjadi di masa lalu ketika kita sudah sukses
ReplyDeleteVanessa Huang- 12 IPA
DeleteSharon XII-IPA
ReplyDeleteManfaat belajar sejarah adalah untuk menghargai perjuangan di masa lampau dan kita dapat belajar sesuatu dari sejarah-sejarah yang ada.
Sebastian Yong - 12 IPA
ReplyDeleteManfaat untuk mempelajari sejarah adalah untuk lebih mengetahui kesenian/ culture negara lain dan supaya tidak mengulangi kesalahan yang pernah dialami oleh leluhur kita.
Jessica- 12 IPA
ReplyDeleteBelajar sejarah itu penting bagi saya, karena kita dapat belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.Kita juga belajar untuk introspeksi/ refleksi pada diri kita sendiri dari kejadian sebelumnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Sejarah merupakan hal yang penting di dalam kehidupan manusia karena sejarah dapat menjadi sarana pembelajaran yang dapat menciptakan kepribadian yang lebih baik dari setiap umat manusia.
ReplyDeleteMitchell - 12 IPA
ReplyDeleteSelama ini kita belajar sejarah bukanlah hal yang cuma-cuma tetapi penting untuk kita semua. pertama karena sejarah kita dapat mengetahui asal usul pada suatu benda, kedua kita dapat menghargai jasa orang yang terlebih dahulu, ketiga kita dapat menegetahui perkembangan teknologi dan peradaban, dan yang terakhir kita dapat mempelajari kesalahan orang di masa lalu agar dapat mengambil pelajaran dan tidak mengulang kesalahannya lagi.
Bryant-12 Ipa
ReplyDeleteSejarah merupakan dasar segala aspek dalam kehidupan semua. Sejarah merupak fondasi awal dalam hidup ini sejarah merupakan sesuatu hal yang dapat kita pelajari agar kita tidak mengulangi kesalahan di masa lampau. Apa dayanya kita tanpa sejarah
Jason Yendi-12 IPA
ReplyDeleteSalah satu manfaat dari mempelajari sejarah, kita bisa melihat pola-pola yang pernah terjadi, kita bisa menganalisa pola-pola yang baik maupun yang buruk agar dapat membuat sebuah masa depan dimana kesalahan-kesalahan yang dibentuk dari pola-pola tersebut bisa diminimalisir.
Menurut saya, sejarah itu penting karena untuk menambah semangat dan wawasan kita lebih lagi
ReplyDeleteJasmine Angelia-12 IPA
ReplyDeleteManfaat belajar sejarah adalah menambah wawasan mengenai masa lalu sehingga dapat dijadikan sebagai panduan moral untuk merubah diri menjadi lebih baik.
Samuel IS 12-IPA
ReplyDeleteSejarah itu penting karena itu membuat kita mengingat dari mana kita telah diambil oleh Tuhan agar kita tahu bahwa semuanya itu dari Dia dan untuk Dia.
Clarissa-12IPA
ReplyDeleteManfaat dari belajar sejarah adalah agar kita bisa mengetahui peristiwa yang terjadi di masa lampau. Dengan kita mengetahui sejarah, kita bisa menghargai setiap peristiwa penting yang terjadi maupun perjuangan yang sudah dilakukan dulu. Selain itu, sejarah juga bisa dijadikan pelajaran bagi kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik.
Queeney-12 IPA
ReplyDeleteManfaat dari belajar sejarah adalah sebagai sumber pengetahuan, sehingga kita memiliki wawasan yang luas dan dapat menghargai kejadian-kejadian masa lalu.
Steven Antya Orvala Waskito - 12 IPA
ReplyDeleteAsal Usul manusia semuanya ditentukan oleh sejarah. Semua prinsip, etika, dan dasar pemikiran manusia semuanya ditentukan oleh sejarah. Sejarah bukan serta merta pembelajaran tentang masa lampau, tetapi mempelajari bagaimana proses pembentukan manusia hingga saat ini. Oleh karena itu, dalam mempelajari sejarah, kita dapat mengetahui mengapa kita hidup seperti ini sekarang, mengapa kita berpikir seperti ini sekarang, mengapa kita belajar seperti ini sekarang. Dengan pengetahuan ini, maka kita memiliki dasar yang kuat atas semua yang kita lakukan dan mengerti tujuan akhir dari semua yang manusia telah lakukan. Dengan mempelajari sejarah, kedepannya kita juga dapat membentuk kehidupan manusia menurut keinginan kita. Baik itu menjadi manusia yang lebih baik, maupun lebih buruk.
Joshua 12-IPA
ReplyDeleteSejarah itu penting karena mengajarkan pengalaman kepada kita, agar kita bisa meniru yang baik dan tidak mengulangi yang buruk
Ferrel 12IPA
ReplyDeletesejarah merupakan hal yang penting bagi manusia karena dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi masa yang mendatang
Michelle 12-IPS
ReplyDeleteSejarah berguna bagi manusia karena manusia dapat mengembangkan beberapa hal dan dapat bisa belajar dari masa lalu yang sudah dialami, sehingga tidak dapat di ulang lagi pada masa depan.
Vania 12-IPA
ReplyDeleteSejarah merupakan suatu pengetahuan dari masa lalu yang dapat kita pelajari di masa ini agar dapat mempengaruhi masa depan agar menjadi lebih baik